Rabu, 29 Juli 2015

Sang Pencerah, Sang Pembaharu, Muhammadiyah

“Dadijo Kijahi sing kemadjoean, adja kesel anggonmu njamboet gawe kanggo moehammadijah”. (KH. Ahmad Dahlan)

Dalam pernyataan sederhana tersebut, terdapat beberapa hal penting yaitu Kijahi, kemadjoean, dan njamboet gawe kanggo moehammadijah.

Kijahi (atau Kiai) adalah ahli ilmu agama. Mempelajari, menguasai, mengamalkan dan mengajarkannya. Istilah kemadjoean (atau Kemajuan) secara khusus menunjuk kepada kemajuan sebagai lawan dari kekolotan dan konservatisme. Pada masa beliau, kemajuan diasosiasikan dengan penguasaan ilmu-ilmu umum atau intelektualitas dan kemajuan secara material.



Sedangkan kata njamboet gawe kanggo moehammaddijah merupakan manifestasi dari keteguhan dan komitmen untuk membantu dan mencurahkan pikiran dan tenaga untuk kemajuan umat Islam pada khususnya, dan kemajuan masyarakat pada umumnya.

Berdasarkan pemahaman tersebut, tujuan pendidikan menurut K.H Ahmad Dahlan adalah untuk membentuk manusia yang :

  1. Alim dan mengamalkan ilmu agama.
  2. Berpandangan luas, dengan memiliki pengetahuan umum. 
  3. Siap berjuang, mengabdi untuk Muhammadiyyah dalam menyantuni nilai-nilai keutamaan dalam masyarakat. 
Rumusan tujuan pendidikan tersebut merupakan “pembaharuan” dari tujuan pendidikan yang saling bertentangan pada saat itu, yaitu pendidikan pesantren dan pendidikan sekolah model Belanda.

Di satu sisi pendididkan pesantren hanya bertujuan untuk menciptakan individu yang sholeh dan mendalami ilmu agama. Sebaliknya pendidikan model Belanda merupakan pendidikan sekuler yang di dalamnya tdak diajarkan agama sama sekali. Pelajaran di sekolah ini menggunakan huruf latin. Akibat dualisme pendidikan tersebut, lahirlah dua kutub intelegensia: lulusan pesantren yang menguasai agama tetapi tidak menguasai ilmu umum, dan lulusan sekolah Belanda yang menguasai ilmu umum tetapi tidak menguasai ilmu agama.

Melihat ketimpangan tersebut, beliau berpendapat bahwa tujuan pendidikan yang sempurna adalah melahirkan individu yang utuh: menguasai ilmu agama dan ilmu umum, material dan spiritual, serta dunia dan akhirat. Baginya kedua hal tersebut merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain.

diolah dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar